Pembacaan Alkitab꞉ Why. 12꞉5, 7-11
Wahyu 12꞉5 mengatakan “Ia melahirkan s eorang Anak‑laki‑laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba‑tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta‑Nya.” Melahirkan di sini menandakan kebangkitan, sama seperti dalam Kisah Para Rasul 13꞉33‑34. Anak‑laki‑laki itu tersusun dari kaum saleh pemenang yang telah mati dan bangkit. Hal ini dibuktikan dengan perkataan sampai ke dalam maut dalam Wahyu 12꞉11. Dalam Alkitab, perempuan melambangkan pihak yang lebih lemah dan laki‑laki melambangkan pihak yang lebih kuat (1 Ptr. 3꞉7). Anak‑laki‑laki dalam Wahyu 12 melambangkan bagian yang lebih kuat di antara umat Allah. Anak‑laki‑laki ini kelak akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi menunjukkan bahwa anaklaki‑laki ini tersusun dari para pemenang, seperti yang disinggung dalam Wahyu 2꞉26‑27.
Dirampas dan dibawa lari di sini berarti diangkat. Terangkatnya anak‑laki‑laki itu berbeda dengan terangkatnya mayoritas orang beriman, seperti yang dikatakan dalam 1 Tesalonika 4꞉17. Di sana, mayoritas orang beriman terangkat ke angkasa, dan ketika sangkakala yang terakhir ditiup (1 Kor. 15꞉52; 1 Tes. 4꞉16), yang adalah sangkakala ketujuh (Why. 11꞉15). Di sini, anak‑laki‑laki itu terangkat ke takhta Allah, dan sebelum 1260 hari, yang adalah masa kesusahan besar selama tiga setengah tahun (Why.12꞉14; 13꞉5; 11꞉2), dari meterai yang keenam, sebelum sangkakala kelima (Why. 9꞉1).
Wahyu 12꞉7a menunjukkan kepada kita bahwa ada peperangan di surga. Segera setelah anak‑laki‑laki itu diangkat ke surga, Mikhael dan para malaikatnya mulai berperang melawan Satan. Hal ini menunjukkan bahwa anak‑laki‑laki itu, yaitu bagian yang lebih kuat di antara umat Allah, selalu terlibat dalam memerangi Satan, musuh Allah. Di bumi mereka tidak henti‑hentinya berperang melawan Satan. Kini surga sedang menunggu mereka ke sana, untuk melaksanakan peperangan yang bisa mencampakkan Satan dari surga. Alkitab mewahyukan nama dua malaikat—Mikhael dan Gabriel. Gabriel adalah penyampai berita yang membawa kabar untuk umat Allah (Dan. 8꞉16; 9꞉21‑22; Luk. 1꞉19, 26), sedangkan Mikhael adalah pejuang yang berperang untuk umat Allah (Dan. 10꞉13, 21; 11꞉1; 12꞉1; Yud. 9).
Satan, musuh Allah, dihakimi oleh Tuhan Yesus di atas salib (Yoh. 12꞉31; 16꞉11). Setelah itu, kaum beriman pemenang diperlukan bagi pelaksanaan penghakiman itu, untuk menjatuhkan hukuman itu. Peperangan yang terjadi oleh kaum beriman pemenang melawan Satan sebenarnya adalah pelaksanaan penghakiman Tuhan atasnya. Pada akhirnya, melalui peperangan mereka, Satan dicampakkan dari surga (Why. 12꞉7‑9).
Wahyu 12꞉10‑11 mengatakan “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi‑Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara‑saudara seiman kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai harus menghadapi maut,” Satan mungkin mendakwa kita, tetapi kita dapat menjawab bahwa darah Yesus Kristus, Putra Alah, membersihkan kita dari segala dosa (1 Yoh. 1꞉7). Setiap penghakiman yang terlihat yang tidak berhenti setelah kita mengaku dosa dan menerapkan darah adalah bukan penerangan Allah tetapi dakwaan Satan (1 Yoh 1꞉9). Kita tidak hanya harus menolak dakwaan yang tanpa sebab, tetapi kita juga harus menolak semua dakwaan yang memiliki sebab. Ketika kita berbuat dosa, kita tidak memuliakan Allah, tetapi ketika kita tidak percaya darah mustika, kita lebih mempermalukan Dia (Mat. 26꞉28). Kita harus selalu menerapkan darah, memberi tahu Iblis bahwa meskipun kita tidak sempurna, kita berada di bawah darah mustika (1 Ptr. 1꞉18‑19; Kis. 20꞉28).