Artikel

Meministrikan Hayat Bagi Tubuh

19 Jul 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ 1 Yoh. 5꞉14-17; Yoh. 15꞉4-5, 7; Rm. 12꞉4-5
 

Satu Yohanes 5꞉14‑17 memperlihatkan kepada kita bahwa hayat kekal di dalam kita dapat mengalahkan maut baik di dalam diri kita maupun di dalam anggota‑anggota gereja yang lain. Ayat 16 adalah satu‑satunya referensi dalam Alkitab untuk meministrikan hayat kepada seseorang. Meministrikan hayat adalah membagikan hayat. Ketika kita memiliki kelimpahan hayat, kita bisa meministrikan dari suplai ini kepada orang lain.

Ayat 14 berbicara tentang doa dalam persekutuan hayat kekal. Kita harus meminta menurut kehendak Allah, bukan menurut jalan, hasrat, atau kesukaan kita. Doa yang menurut kehendak Allah menunjukkan bahwa orang yang berdoa tinggal dalam persekutuan hayat ilahi dan juga tinggal di dalam diri Tuhan sendiri, dan karenanya ia benar‑benar esa dengan Tuhan (Yoh. 15꞉4‑5). Kata “tahu” dalam 1 Yohanes 5꞉15 adalah berdasarkan fakta bahwa setelah menerima hayat ilahi, kita tinggal di dalam Tuhan dan esa dengan Dia dalam doa kita kepada Allah dalam nama‑Nya (Yoh. 15꞉7, 16; 16꞉23‑24).

Dalam 1 Yohanes 5꞉16 “hendaklah ia berdoa dan dia akan memberikan hidup (hayat, lit.)” mengacu kepada orang yang sama, yaitu orang yang melihat saudaranya berbuat dosa dan berdoa bagi dia. Pendoa seperti itu, yang tinggal di dalam Tuhan, yang esa dengan Tuhan, dan yang berdoa di dalam satu roh dengan Tuhan (1 Kor. 6꞉17), menjadi sarana, saluran, yang dengannya Roh pemberi‑hayat Allah bisa memberikan hayat kepada orang yang ia doakan. Ini adalah perkara meministrikan hayat dalam persekutuan hayat ilahi. Butir pentingnya adalah bahwa jika kita berdoa bagi seorang saudara menurut apa yang digambarkan dalam 1 Yohanes 5꞉16, kita perlu menjadi esa dengan Tuhan (Yoh. 15꞉7).

Ministri hayat adalah untuk meministrikan Kristus yang telah kita alami sebagai hayat (2 Kor. 1꞉3‑4). Ministri berasal dari pekerjaan salib; oleh jalan saliblah kita memiliki kekayaan Kristus sebagai hayat untuk diministrikan kepada orang lain (4꞉12).

Jika kita mau meministrikan hayat, kita perlu mengenal, mengalami, dan mendapatkan Allah sebagai Allah kebangkitan (Rm. 4꞉17; 2 Kor. 1꞉9; Yoh. 11꞉25). Allah bekerja melalui salib untuk mengakhiri kita, untuk membawa kita sampai akhir, sehingga kita tidak lagi percaya pada diri kita sendiri tetapi pada Allah kebangkitan (2 Kor. 1꞉9). Ketika Allah kebangkitan bekerja di dalam kita, hayat dan sifat‑Nya digarapkan ke dalam kita (2 Kor. 4꞉16). Pembunuhan salib menghasilkan manifestasi hayat kebangkitan (2 Kor. 4꞉10‑12). Semua pekerjaan yang Tuhan sedang lakukan atas kita adalah untuk menghancurkan manusia alamiah kita yang lahiriah sehingga kita bisa memperhidupkan hayat Kristus dari dalam kita; ini adalah pemikiran terdalam pada Perjanjian Baru mengenai hayat seorang Kristen (Yoh. 12꞉24‑26; Flp. 1꞉21a). Semakin kita mati bersama Kristus dengan cara ini, kuasa kebangkitan‑Nya akan semakin dimanifestasikan di dalam kita dan kita akan semakin bisa meministrikan hayat kepada Tubuh Kristus (Yoh. 11꞉25).

Kita perlu mengenal Tubuh dalam hayat (1 Yoh. 5꞉11‑12; Kol. 3꞉4; 2꞉19; Rm. 8꞉2, 6, 10‑11). Tubuh Kristus terbentuk oleh Kristus sebagai hayat di dalam kita; hayat ini dibaurkan dengan kita untuk menjadi Tubuh Kristus (1 Yoh. 5꞉1112; Kol. 3꞉4; 1꞉18). Hayat di dalam kita bukanlah hayat anggota tetapi ini adalah hayat Tubuh. Kita adalah satu dalam hayat ini. Keesaan dalam hayat ini adalah Tubuh mistikal Kristus (Ef. 5꞉30). Mengenal Tubuh dalam hayat adalah hasil dari pengalaman kita akan hayat dan pertumbuhan rohani (1 Yoh. 2꞉12‑14). Untuk mengenal Tubuh dan menjamah realitas Tubuh, kita harus maju dalam pengalaman hayat dan pertumbuhan hayat (1 Kor. 3꞉1‑2; 14꞉20). Untuk mengenal Tubuh dan hidup di dalam Tubuh, kita perlu menanggulangi daging, ego, dan susunan alamiah (Gal. 2꞉19b20; 5꞉24; Mat. 16꞉24). Jika kita masih hidup menurut daging dan dalam diri kita sendiri serta melayani dalam kemampuan alamiah kita, hayat Tubuh, yang adalah diri Kristus sendiri di dalam kita, tidak bisa dimanifestasikan, dan kita tidak bisa mengenal Tubuh.