Pembacaan Alkitab꞉ Rm. 5꞉10; Kol. 1꞉20; 2 Kor. 5꞉18-20
Sebagai duta‑duta besar Kristus, para minister perjanjian yang baru melaksanakan ministri rekonsiliasi (2 Kor. 5꞉18‑20; 6꞉1). Seorang duta besar Kristus adalah seorang yang mewakili Allah, otoritas tertinggi di alam semesta. Para rasul diberi otoritas oleh Kristus untuk mewakili Dia untuk melakukan pekerjaan rekonsiliasi (2 Kor. 5꞉18, 20). Ministri rekonsiliasi bukan hanya untuk membawa orang dosa kembali kepada Allah tetapi juga untuk membawa orang‑orang beriman mutlak ke dalam Allah dan untuk menjadikan mereka mutlak esa dengan Dia. Dua langkah diperlukan agar manusia sepenuhnya direkonsiliasikan kepada Allah. Langkah pertama adalah merekonsiliasi orang‑orang dosa kepada Allah dari dosa. Untuk tujuan ini, Kristus mati bagi dosa‑dosa kita agar kita bisa diampuni (1 Kor. 15꞉3). Kristus memikul dosa‑dosa kita di atas salib agar dosa‑dosa kita bisa dihakimi oleh Allah (1 Ptr. 2꞉24). Langkah kedua adalah merekonsiliasi orang‑orang beriman yang hidup dalam hayat alamiah kepada Allah dari daging (2 Kor. 5꞉20). Untuk tujuan ini, Kristus mati bagi kita, persona‑persona itu, agar kita bisa hidup kepada Dia dalam hayat kebangkitan. Kristus dijadikan dosa bagi kita agar dosa bisa dihakimi dan dihilangkan (2 Kor. 5꞉21; Rm. 8꞉3).
Jika kita melaksanakan ministri rekonsiliasi, kita perlu diidentikkan dengan Kristus yang tersalib (2 Kor. 4꞉10‑12; 5꞉14; Gal. 2꞉19b; 5꞉24). Orang‑orang Korintus masih hidup di dalam daging, yaitu, di dalam jiwa, manusia lahiriah, diri alamiah (1 Kor. 3꞉1; 2꞉14). Tabir daging, manusia alamiah, memisahkan mereka dari Allah. Paulus bekerja untuk membelah jadi dua tabir pemisah dari daging sehingga kaum beriman di Korintus dapat masuk ke dalam Ruang Maha Kudus (Ibr. 10꞉1920). Hanya ketika kita sepenuhnya direkonsiliasikan kepada Allah, baru kita sepenuhnya diselamatkan (2 Kor. 6꞉1‑2; Rm. 5꞉10; Ibr. 7꞉25). Sampai tingkat mana kita dapat membawa orang lain kepada Allah dan ke dalam Allah selalu diukur oleh di mana kita berada dalam hubungan dengan Allah; semakin kita berada di dalam Dia, kita semakin dapat merekonsiliasikan orang lain ke dalam Dia (2 Kor. 12꞉12a; 5꞉20).
Ministri rekonsiliasi membawa kita kembali kepada Allah sedemikian sehingga kita menjadi keadilbenaran Allah di dalam Kristus (2 Kor. 5꞉21). Tidak hanya kita dibenarkan oleh Allah (Gal. 2꞉16) bahkan kita benar‑benar menjadi keadilbenaran Allah. Ketika Kristus mati di atas salib sebagai Pengganti kita, Allah menganggap Dia bukan hanya pemikul dosa tetapi dosa itu sendiri; sekarang dalam kebangkitan Kristus datang ke dalam kita sebagai hayat, dan hayat ini hidup di dalam kita untuk menyusun kita menjadi keadilbenaran Allah. Dalam penggantian, Kristus dijadikan dosa bagi kita; sekarang dalam konstitusi‑Nya, kita menjadi keadilbenaran Allah di dalam Dia (2 Kor. 5꞉21).
Frasa di dalam Dia (2 Kor. 5꞉21) berarti dalam kesatuan dengan Kristus, tidak hanya secara posisi tetapi juga secara organik dalam kebangkitan. Ketika Kristus mati di atas salib, Allah menghakimi Dia dalam daging sebagai dosa bagi kita (Rm. 8꞉3; Yoh. 3꞉14) sehingga kita bisa menjadi esa dengan Dia dalam kebangkitan‑Nya untuk menjadi keadilbenaran Allah; karena itu, dalam kesatuan organik dengan Kristus, kita dijadikan keadilbenaran Allah. Menjadi keadilbenaran Allah di dalam Kristus adalah perkara menjadi benar dengan Allah di dalam diri kita; ini adalah memiliki batin yang transparan dan bening cerah—satu batin di dalam pikiran dan tekad Allah (2 Kor. 5꞉21).
Dua langkah rekonsiliasi dengan jelas digambarkan oleh dua tabir dari tabernakel (Kel. 26꞉31‑37; Ibr. 9꞉3). Tabir pertama disebut “tirai.” Seorang dosa yang dibawa kepada Allah melalui rekonsiliasi dari darah pendamaian masuk ke dalam Ruang Kudus melalui melewati tirai. Ini melambangkan langkah pertama rekonsiliasi. Tabir kedua (Kel. 26꞉31‑35; Ibr. 9꞉3) masih memisahkan orang dosa dari Allah, yang ada di Ruang Maha Kudus. Tabir ini perlu dikoyakkan sehingga orang dosa bisa dibawa kepada Allah di Ruang Maha Kudus (Mat. 27꞉51; Ibr. 10꞉19‑20). Ini melambangkan tahap kedua rekonsiliasi.