Literatur

Artikel Rohani

27+

Artikel

Firman

dan Kebenaran

Artikel • 18 Oct 2026

Pusat dan Tujuan Keselamatan Allah

Titik pusat dari keselamatan Allah adalah bahwa Allah, menurut hasrat‑Nya, ingin menjadi hayat manusia. Kebanyakan orang Kristen berpikir bahwa pengampunan dosa adalah perkara yang paling krusial dalam keselamatan Tuhan, tetapi sebenarnya, ini hanyalah salah satu langkah. Keselamatan Allah tersusun dari aspek luaran dan aspek batiniah. Aspek luaran adalah Tuhan mencurahkan darah‑Nya bagi kita agar kita diampuni dan dibersihkan dari dosa‑dosa kita, dengan demikian dibenarkan oleh Allah. Aspek ini adalah prosedurnya. Aspek batiniah adalah Tuhan menjadi Roh pemberi‑hayat untuk masuk ke dalam roh kita untuk menjadi hayat kita. Ini adalah tujuan utama keselamatan. Kita dapat mengilustrasikan hal ini dengan cangkir dan piring yang jatuh ke dalam air kotor, sehingga kita perlu mencucinya. Namun, pencucian itu tidak hanya untuk menyingkirkan kotoran tetapi juga untuk memulihkan fungsi mereka, yaitu menampung minuman dan makanan.

Baca Selengkapnya
Artikel • 11 Oct 2026

Menikmati Allah dengan Membaca Alkitab

Setelah seseorang percaya kepada Tuhan dan diselamatkan, ia tidak seharusnya hanya datang ke sidang untuk mendengarkan berita. Sebaliknya, ia harus setiap hari menerima Tuhan sebagai makanan, yaitu makan, minum, dan menyerap Tuhan itu sendiri, dan dengan demikian dipelihara oleh‑Nya. Dalam Yohanes 6꞉35 Tuhan Yesus berkata, "Akulah roti kehidupan; Siapa saja yang datang kepada‑Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada‑Ku, ia tidak akan pernah haus lagi.."

Baca Selengkapnya
Artikel • 04 Oct 2026

Menikmati Allah Melalui Doa

Doa kita tidak seharusnya berpusat pada meminta banyak hal kepada Allah. Tujuan doa kita bukanlah perkara‑perkara, melainkan Allah itu sendiri. Berdoa kepada Tuhan untuk meminta berbagai hal adalah hal yang sekunder. Yang terutama adalah datang ke hadapan Allah untuk menyerap Allah itu sendiri. Lebih dari itu, doa adalah Allah berdoa di dalam kita.

Baca Selengkapnya
Artikel • 27 Sep 2026

Berbaur dengan Allah Melalui Berdoa

Karena Allah adalah Roh, kita dapat mengontak Dia saat kita berdoa dari roh kita. Kita dapat mengilustrasikan hal ini dengan listrik. Tidak seorang pun dari kita pernah melihat listrik, tetapi begitu kita menyalakan saklar, arusnya mengalir, dan lampu pun menyala. Menyalanya lampu adalah ekspresi dari listrik.

Baca Selengkapnya
Artikel • 20 Sep 2026

Cara Allah Dibaurkan dengan Manusia

Penekanan dari wahyu Alkitab mengenai hubungan Allah dengan manusia adalah pada pembauran Allah dengan manusia. Hal ini dapat dilihat dalam rujukan yang berulang‑ulang dalam Kitab Suci mengenai makan. Tidak ada sesuatu pun yang menjadi begitu benar‑benar satu dengan manusia selain dari makanan.

Baca Selengkapnya
Artikel • 06 Sep 2026

Doa‑baca Firman untuk Diperlengkapi bagi Peperangan Rohani

Rasul Paulus mengatakan, “Terimalah pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6꞉17). Selama bertahun‑tahun, kebanyakan pembaca mengira bahwa pedang itu adalah firman, dan Rohlah yang menghunusnya. Dengan kata lain, kita sering diajarkan bahwa Roh membantu kita menggunakan firman Allah sebagai pedang untuk mengalahkan musuh, dan bukan kita yang memegangnya. Akan tetapi, makna yang sebenarnya tidaklah demikian. Roh adalah pedang itu sendiri, bukan pemakai pedang; dan firman Allah juga adalah pedang. Pedang adalah Roh itu, dan Roh itu adalah firman. Di sini kita melihat tiga hal yang menjadi satu kesatuan꞉ pedang, Roh, dan firman. Kitalah yang memakai pedang tersebut untuk membunuh musuh.

Baca Selengkapnya
Artikel • 30 Aug 2026

Praktik dan Manfaat Doa Baca

Karena akan lebih baik jika beberapa orang berkumpul untuk doa‑baca korporat, kita harus membentuk kelompok‑kelompok kecil untuk tujuan ini, dengan setiap kelompok terdiri dari empat hingga enam orang dan tidak lebih dari delapan orang. Kita harus berusaha sebaik mungkin untuk berkumpul dan doa‑baca bersama setiap hari atau setidaknya dua kali seminggu. Sekalipun kita belum begitu mahir, kita tidak boleh berkecil hati. Sebaliknya, kita harus terus berlatih karena pada akhirnya, kita akan mampu menjamah kekayaan firman. Saat kita berkumpul di hadapan Tuhan untuk menjamah firman‑Nya dengan roh kita, Roh Kudus akan secara spontan bekerja di dalam kita, memungkinkan kita untuk menerima Roh dan hayat.

Baca Selengkapnya
Menampilkan 1 sampai 10 dari 27 artikel