Artikel

Anak Domba yang Diikuti Buah‑buah Sulung yang Menang

08 Jun 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Why. 14꞉1-5; Kej. 5꞉22-24; Ibr. 11꞉5-6; Mat. 24꞉45-51
 

Wahyu 14꞉1‑5 mewahyukan Kristus sebagai Anak Domba yang diikuti buah‑buah sulung yang menang. Buah‑buah sulung adalah para pemenang yang hidup, yang akan menjadi yang pertama matang di ladang Allah; jadi, mereka akan dituai sebelum panenan sebagai buah-buah sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba. Buah-buah sulung akan dibawa ke Gunung Sion surgawi, ke tempat kediaman Allah di langit tingkat ketiga, agar berada di hadirat Allah dan Kristus. Makna keterangkatan adalah dibawa ke hadirat Tuhan; untuk dibawa ke dalam hadirat Tuhan, kita harus berada dalam hadirat‑Nya hari ini (Luk. 21꞉36; 2 Kor. 2꞉10; Hos. 6꞉2; 2 Tim. 4꞉8; Kis. 26꞉16). Keterangkatan adalah untuk mengalahkan musuh dan memuaskan Allah; Tuhan memerlukan anak‑laki‑laki untuk berperang melawan musuh‑Nya, tetapi Dia terlebih memerlukan buah‑buah sulung bagi kepuasan dan kenikmatan‑Nya (Why. 12꞉5; 14꞉1, 4b). Alkitab mewahyukan dua aspek keterangkatan; keterangkatan para pemenang sebelum kesusahan besar dan keterangkatan mayoritas orang beriman pada akhir kesusahan besar (Mat. 24꞉40‑41; Luk. 21꞉36; Why. 3꞉10; 1 Tes. 4꞉15‑17; Why. 12꞉5; 14꞉1). Dalam Imamat 23꞉10 kita melihat lambang keterangkatan yaitu lambang tuaian yang matang di ladang (Mat. 13꞉24; Why. 14꞉14‑16). Penuaian dari tuaian Allah adalah yang kita sebut keterangkatan; penuaian ini menunjukkan bahwa kaum beriman akan diambil dari bumi (Mat. 13꞉30, 39b). Menurut Wahyu 14, ada dua jenis keterangkatan—keterangkatan buah‑buah sulung dan keterangkatan panenan (ayat 4b, 14‑16). Buah‑buah sulung diangkat ke rumah Allah di Sion sebagai kenikmatan yang segar bagi Allah; ini adalah bagi kepuasan Allah (Kel. 23꞉19a; Im. 23꞉10). Buah‑buah sulung memiliki nama Anak Domba dan nama Bapa‑Nya tertulis di dahi mereka; ini adalah penandaan mereka menjadi esa dengan Anak Domba dan dengan Bapa dan kepemilikan mereka kepada Mereka (Why. 14꞉1b). Buah‑buah sulung adalah yang paling awal di antara tuaian Allah yang mencapai kematangan (Ibr. 5꞉14—6꞉1; 1 Kor. 2꞉6; Ef. 4꞉13; Flp. 3꞉15). Agar kita mengikuti Anak Domba dan menuju kematangan untuk menjadi buah-buah sulung, kita harus berjalan bersama Allah oleh iman untuk luput dari kematian dan mendapatkan kesaksian yang menyenangkan Allah. Jalan untuk luput dari kematian dan mendapatkan kesaksian yang menyenangkan Allah adalah berjalan bersama Allah (Kej. 5꞉22‑24; Ibr. 11꞉5‑6). Berjalan bersama Allah adalah tidak menolak Allah, tidak lancang, tidak melakukan segala sesuatu menurut konsepsi dan keinginan kita sendiri, tidak melakukan segala sesuatu menurut arus zaman, dan tidak melakukan apa pun tanpa Allah (Mzm. 19꞉13‑14; Yos. 9꞉14b; Luk. 24꞉15). Berjalan bersama Allah adalah mengambil Dia sebagai pusat dan segala sesuatu kita, hidup dan melakukan segala sesuatu menurut Allah dan bersama Allah, menurut wahyu dan pimpinan‑Nya, dan melakukan segala sesuatu bersama Dia (Rm. 8꞉4, 13‑14; Gal. 2꞉2a; 2 Kor. 5꞉14‑15). Berjalan bersama Allah adalah berjalan oleh iman (2 Kor. 5꞉7; Ibr. 11꞉5‑6). Iman berarti kita percaya bahwa Allah adalah (Ibr. 11꞉1‑2, 6; 2 Kor. 4꞉13, 18). Tanpa iman mustahil menyenangkan Allah, membuat Allah gembira (Ibr. 11꞉6a). Percaya bahwa Allah adalah, adalah percaya bahwa Dia adalah segala sesuatu bagi kita dan bahwa kita bukanlah apaapa (Yoh. 8꞉58; Pkh. 1꞉2). Percaya bahwa Allah adalah menyiratkan bahwa kita bukanlah; Dia harus menjadi Yang satu‑satunya, Yang unik, dalam segala sesuatu, dan kita haruslah bukan apa‑apa dalam segala sesuatu (Kej. 5꞉24; Ibr. 11꞉5). Percaya bahwa Allah adalah, adalah percaya bahwa Dia adalah segala sesuatu bagi kita dan bahwa kita bukanlah apa‑apa (Yoh. 8꞉58; Pkh. 1꞉2). Bagi kita untuk mengikuti Anak Domba dan menuju kematangan untuk menjadi buah‑buah sulung, kita harus setia dalam pelayanan dalam amanat Tuhan untuk memberikan Allah sebagai makanan kepada anggota‑anggota rumah tangga‑Nya sehingga kita bisa memenangkan Kristus sebagai pahala kita dalam kerajaan yang akan datang.