Artikel

Roh Itu Berbicara Kepada Gereja‑gereja, Dia yang Memiliki Kunci Daud, dan Dia yang Akan Makan Bersama Para Pemenang

24 May 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Why. 3꞉7-22
 

Dalam Wahyu 2 dan 3 Kristus adalah Roh yang berbicara kepada gereja‑gereja. Dalam Wahyu 2 dan 3 perkataan dari Kristus yang tak terbatas, melepaskan hayat, diintensifkan tujuh ganda, dan pneumatik kepada tujuh gereja masing‑masing pada setiap surat kiriman (Why. 2꞉1, 8, 12, 18; 3꞉1, 7, 14) menjadi perkataan dari Roh pemberi‑hayat yang diintensifkan tujuh ganda, dan almuhit kepada seluruh tujuh gereja pada akhir dari setiap surat kiriman secara universal (Why. 2꞉7, 11, 17, 29; 3꞉6, 13, 22). Karena itu, Kristus yang berbicara menjadi Roh yang berbicara, Roh yang berbicara kepada semua gereja; Kristus berbicara ke satu gereja lokal secara khusus, dan Roh itu berbicara kepada Tubuh universal. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa Roh itu adalah Tuhan dan bahwa Tuhan adalah Roh itu, tetapi ini juga menekankan bahwa dalam kegelapan kemerosotan gereja, Roh itu sangat penting, seperti yang ditunjukkan oleh Roh yang diintensifkan tujuh ganda dalam pasal 1꞉4.

Tujuh surat kiriman dalam Wahyu 2 dan 3 adalah perkataan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus, tetapi hari ini ketika kita membacanya, tujuh Roh Allah membicarakan firman ini kepada kita di dalam roh kita bagi tujuan ekonomi Allah. Perkataan Tuhan pada permulaan dari setiap surat kiriman adalah kepada satu gereja lokal tertentu, tetapi ketika orang‑orang dari segala zaman membacanya, ini menjadi perkataan Roh kepada semua gereja. Perkataan Roh selalu memalingkan kita kepada penginfusan dari Kristus.Meskipun kaum beriman dalam gereja‑gereja berada dalam kedudukan untuk mendengar perkataan Roh dan karenanya bisa dengan mudah memiliki telinga untuk mendengar, tidak semua dari mereka akan secara ketat mengikuti perkataan‑Nya; karena itu ada panggilan bagi para pemenang. Mereka yang memiliki telinga untuk mendengar apa yang dikatakan Roh itu kepada gereja‑gereja seharusnya mendengar, dan mereka yang mendengar akan menjadi pemenang‑pemenang.

Perkataan Roh itu adalah mengenai tujuh macam gereja dalam sejarah gereja꞉ gereja mula‑mula (Efesus), gereja yang menderita (Smirna), gereja yang duniawi (Pergamus), gereja yang murtad (Tiatira), gereja reformasi (Sardis), gereja yang dipulihkan (Filadelfia), dan gereja terpulih yang merosot (Laodikia). Tidak diragukan, hanya gereja yang dipulihkan yang dapat menggenapkan tujuan kekal Allah, dan hanya dia yang Tuhan inginkan; kita harus mengambil pilihan Tuhan. Laodikia adalah Filadelfia yang menyimpang, memiliki kondisi suam‑suam kuku dan kesombongan rohani (Why. 3꞉14‑17). Jika kita ingin terus di jalan Filadelfia, kita harus ingat untuk merendahkan diri kita di hadapan Allah (Yes. 57꞉15; 66꞉1‑2).

Dalam gereja yang dipulihkan (Filadelfia), Kristus terlihat sebagai Dia yang di bahunya kunci (harta) rumah Allah (yang dilambangkan oleh rumah Daud bagi pembangunan Kerajaan Allah) ditaruh (Yes. 22꞉22; Why. 3꞉7). Bagi gereja yang dipulihkan, Kristus adalah Dia yang memiliki kunci Daud, kunci kerajaan, dengan otoritas untuk membuka dan menutup; Tuhan telah memberikan gereja yang dipulihkan dalam kesehatian satu pintu yang terbuka yang tidak dapat ditutup seorang pun (Why. 3꞉8). Dalam gereja terpulih yang merosot, Kristus terlihat sebagai Dia yang akan makan bersama para pemenang dan mendudukkan para pemenang bersama Dia di takhta‑Nya, sebab Dia menang dan duduk bersama Bapa‑Nya di takhta‑Nya (Why. 3꞉20‑21). Dalam pandangan Tuhan, gereja terpulih yang merosot itu꞉ (1) melarat, sebab dia bermegah dalam kelimpahan pengetahuan doktrin yang kosong, namun dalam realitasnya dia sangat miskin terhadap pengalaman atas kelimpahan Kristus; (2) malang, sebab dia telanjang, buta, penuh dengan rasa malu dan kegelapan; (3) miskin, sebab dia miskin dalam pengalaman akan Kristus dan dalam realitas rohani ekonomi Allah; (4) buta, sebab dia kekurangan wawasan rohani yang benar dalam hal‑hal rohani yang sejati; dan (5) telanjang, sebab dia tidak hidup oleh Kristus atau memperhidupkan Kristus sebagai keadilbenarannya yang subjektif, sebagai pakaian kedua dalam kehidupannya sehari‑hari Why. 3꞉15‑17.