Literatur

Artikel Rohani

27+

Artikel

Firman

dan Kebenaran

Artikel • 09 Aug 2026

Pekerjaan Firman dalam Diri Kita Melalui Doa Baca (2)

Dua Korintus 3꞉17 mengatakan, “di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” Sebagai hasil dari doa baca kita, hal pertama dari pekerjaan batiniah adalah kemerdekaan. Hal terakhir dari pekerjaan batiniah adalah transformasi (ay. 18). Nutrisi yang kita terima dari makanan yang kita makan pertama‑tama membunuh kuman di dalam diri kita, dan kemudian menyediakan unsur‑unsur positif yang kita butuhkan ke dalam tubuh kita. Akhirnya, seluruh tubuh kita ditransformasi. Jika kita tidak makan selama seminggu, kita akan lemah dan pucat, tetapi setelah makan beberapa kali makanan bergizi, kita akan kembali kuat dan segar. Warna kulit kita tidak dicat dengan riasan tetapi dihasilkan oleh transformasi metabolisme. Dengan cara yang sama, kita diubah oleh nutrisi rohani yang kita terima melalui doa baca kita. Hari demi hari kita ditransformasi oleh nutrisi dalam firman Allah. Pekerjaan batiniah ini pertama‑tama memerdekakan kita dan pada akhirnya mentransformasi kita.

Baca Selengkapnya
Artikel • 26 Jul 2026

Doa‑baca Firman untuk Berjalan Menurut Roh Perbauran

Injil Yohanes menempati tempat khusus dalam Alkitab karena merupakan kitab hayat. Injil ini dimulai dengan mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman…dan Firman itu adalah Allah” (1꞉1). Gagasan dalam ayat ini sangat mendalam. Frasa “pada mulanya” berarti sejak kekekalan, sebelum dunia dijadikan.

Baca Selengkapnya
Artikel • 19 Jul 2026

Doa‑baca untuk Dipenuhi di dalam Roh

Yohanes 15꞉4 mengatakan, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Dua butir dengan jelas dibahas dalam ayat ini꞉ tinggal dan berbuah.

Baca Selengkapnya
Artikel • 14 Jul 2026

Menggunakan Roh Kita untuk Menerima Alkitab dan Mengambilnya Sebagai Makanan

Di satu sisi, firman Allah adalah nafas Allah (2 Tim. 3꞉16), dan di sisi lain, itu juga makanan kita. Firman itu untuk kita makan, bukan hanya untuk kita pelajari doktrin-doktrinnya. Kita tidak memakan Alkitab dengan mulut kita secara fisik; sebaliknya, kita menggunakan roh kita untuk menerima firman Allah. Allah adalah Roh, dan apa pun yang Dia hembuskan juga adalah roh. Jika kita hanya memikirkannya dengan pikiran kita, kata‑kata dalam Alkitab menjadi huruf dan pengetahuan yang mati (2 Kor. 3꞉6b). Setiap kali kita menggunakan roh kita untuk menerimanya, Alkitab menjadi roh, dan kata‑kata dalam Alkitab adalah hayat bagi kita.

Baca Selengkapnya
Artikel • 05 Jul 2026

Kitab Suci, Roh Kudus, dan Roh Manusia

Yohanes 5꞉39‑40 mengatakan, “Kamu menyelidiki Kitab‑kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh‑Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab‑kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada‑Ku untuk memperoleh hidup.” Dari dua ayat dalam Alkitab ini kita dapat melihat tiga hal꞉ pertama, Kitab Suci memberi kesaksian tentang Tuhan; kedua, orang mungkin menyelidiki Kitab Suci tetapi tidak mau datang kepada Tuhan untuk memperoleh hayat; ketiga, cara yang tepat untuk menyelidiki Kitab Suci adalah dengan datang kepada Tuhan untuk memperoleh hayat, yang menunjukkan bahwa menyelidiki Kitab Suci dan datang kepada Tuhan seharusnya merupakan hal yang sama. Ketika kita menyelidiki Kitab Suci, kita harus berkontak dengan Tuhan, dan untuk berhubungan dengan Tuhan, kita perlu menyelidiki Kitab Suci. Ini menunjukkan bahwa kedua hal ini, berhubungan dengan Tuhan dan membaca firman‑Nya, seharusnya tidak pernah dipisahkan. Ketika kedua hal ini menyatu menjadi satu, kita memperoleh hayat.

Baca Selengkapnya
Artikel • 28 Jun 2026

Sifat dan Fungsi Firman Allah

Ibrani 5꞉12‑14, mengatakan, “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas‑asas pokok dari perkataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab setiap orang yang terus minum susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang memiliki indra yang terlatih untuk membedakan yang baik dari yang jahat.” Kata “indra” mengacu kepada perasaan, menyiratkan kekuatan persepsi yang bergantung bukan saja pada kemampuan mentalitas kita, tetapi juga pada pengertian rohani kita. Dalam ayat‑ayat ini pemikiran penulis adalah firman Allah bukan hanya sebagai pengajaran, tetapi juga sebagai susu dan makanan keras.

Baca Selengkapnya
Artikel • 22 Jun 2026

Bejana yang Terbuka Bagi Allah (2)

Allah ingin orang‑orang tebusan‑Nya mengasihi Dia sampai pada puncaknya, tetapi tidak mencoba untuk mengerjakan sesuatu bagi Tuhan. Ini adalah cobaan bagi kita setiap hari. Kita terlalu sering berada di dalam pencobaan setelah kita berdoa. Anda berpikir bahwa setelah berdoa Anda mendapatkan kekuatan dan motivasi untuk mengerjakan sesuatu. Kelihatannya Anda dimotivasi oleh Allah melalui doa. Sebenarnya, motivasi ini sepenuhnya adalah ego.

Baca Selengkapnya
Artikel • 14 Jun 2026

Bejana yang Terbuka Bagi Allah (1)

Pada awal Allah menciptakan manusia, Allah tidak bermaksud untuk meminta manusia mengerjakan sesuatu bagi‑Nya. Kehendak hati Allah adalah menciptakan satu bejana untuk menampung Dia dan mengekspresikan Dia, karena itu Allah hanya menginginkan bejana itu terbuka. Apakah sebenarnya makna dari kejatuhan manusia dan sifat sebenarnya dari kejatuhan manusia?

Baca Selengkapnya
Artikel • 08 Jun 2026

Dikurangi untuk Memperhidupkan Kristus

Pada suatu hari, setelah kita mendapat belas kasih Tuhan, bertobat dan percaya Tuhan, kita menerima Dia. Sejak saat itu, kita menjadi sangat lincah. Tetapi setelah Anda aktif dan agresif, Anda seperti kuda betina di dalam kitab Kidung Agung.

Baca Selengkapnya
Artikel • 31 May 2026

Memperhidupkan Kristus Secara Aktif‑Pasif (2)

Injil Yohanes pasal 15 adalah satu pasal yang paling penting. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Yoh. 15꞉4). Semakin kita memberi tahu Tuhan untuk membantu kita, Tuhan semakin tidak mengerjakan apa‑apa. Anda sekalian yang pernah demikian menuntut Tuhan dapat bersaksi bahwa penuntutan semacam itu tidak berguna, doa semacam itu juga tidak berguna. Misalkan, satu ranting dari pohon mengetahui bahwa dia harus tinggal di dalam pohon, dan juga membiarkan pohon itu tinggal di dalam dia. Semakin ranting ini berlatih untuk tinggal di dalam, maka ranting itu akan semakin patah. Tinggal di dalam yang sesungguhnya, bukanlah suatu latihan, melainkan adalah suatu perkara yang wajar. Tetapi bukanlah perkara yang mudah bagi kita untuk masuk ke dalam kondisi yang alami ini.

Baca Selengkapnya
Menampilkan 11 sampai 20 dari 27 artikel