Pembacaan Alkitab꞉ 2 Kor. 13꞉13; 1 Yoh. 1꞉2-7, 9; Why. 22꞉1
Dalam 2 Korintus 13꞉13, Paulus menutup suratnya dengan perkataan berkat. Ini adalah berkat kekal dari Allah Tritunggal menyalurkan diri‑Nya ke dalam kita bagi kenikmatan kita dan perampungan ekonomi-Nya. Roh Kudus sebagai sirkulasi, transmisi, dari kasih karunia Kristus dengan kasih Bapa adalah suplai dalam kehidupan kristiani dan kehidupan gereja kita. Seluruh kehidupan gereja bergantung pada 2 Korintus 13꞉13, yang adalah gambaran dari sirkulasi yang ilahi dan rohani di dalam kita.
Arus dari Trinitas Ilahi sebagai sirkulasi batini dari Trinitas Ilahi yang diwahyukan dalam 2 Korintus 13꞉13 adalah denyut nadi rohani kita. Maksud Allah dalam ekonomi‑Nya adalah menyalurkan diri‑Nya dalam Trinitas Ilahi‑Nya—Bapa, Putra, dan Roh—ke dalam umat pilihan‑Nya; satu‑satunya sasaran Allah dalam waktu adalah menyalurkan diri‑Nya ke dalam kita hari demi hari (Mzm. 36꞉9‑10).
Untuk menikmati berkat kekal dari Allah Tritunggal menyalurkan diri‑Nya sendiri ke dalam kita, kita perlu masuk ke dalam dan menjaga diri kita dalam kasih Allah yang kekal (Yer. 31꞉3). Dalam 1 Yohanes 4꞉19 diwahyukan mengenai kasih Allah dengan kita. Allah lebih dahulu mengasihi kita dalam Dia menginfus kita dengan kasih‑Nya dan membangkitkan di dalam kita kasih yang dengannya kita mengasihi Dia dan saudara‑saudara (1 Yoh. 4꞉20‑21). Selanjutnya dalam Ulangan 30꞉19‑20, Musa mendorong bangsa Israel untuk mengasihi Tuhan. Ayat‑ayat ini mewahyukan bahwa jalan untuk memilih hayat adalah mengasihi Tuhan, dan jalan untuk mengasihi Tuhan adalah mendengarkan suara‑Nya dan berpaut pada‑Nya (Ul. 19‑20; Why. 2꞉4, 7; Kid. 3꞉4; 8꞉13‑14). Kisah Para Rasul 11꞉23 juga mewahyukan bagaimana kita bisa berpaut pada Tuhan. Berpaut kepada Tuhan adalah tinggal bersama Tuhan dengan kesungguhan hati. Ini adalah menetapkan hati setia kepada Tuhan, bergantung pada‑Nya, dan hidup dalam persekutuan yang erat dengan Dia.
Sewaktu kita mengasihi Tuhan Yesus, kita menjadi serupa dengan Dia dalam keinsanian-Nya yang diperkaya secara ilahi; Allah yang limpah lengkap dalam atribut‑atribut‑Nya yang kaya diekspresikan melalui kebajikan-kebajikan insani kita yang harum dan “bersifat Yesus” (2 Kor. 2꞉15). Kristus sebagai hayat kita yang berhuni memungkinkan kita untuk menempuh kehidupan yang mutlak bagi Allah dan bagi kepuasan Allah—kehidupan kita menjadi reproduksi dari kehidupan insani Yesus yang dilambangkan oleh kurban bakaran (Im. 1꞉4, 13). Kita semua perlu meluangkan waktu pribadi yang cukup bersama Tuhan untuk memiliki persekutuan yang intim, pribadi, dan rohani dengan‑Nya di dalam roh kita sehingga kita bisa dipenuhi dengan esensi‑Nya yang penuh kasih bagi Dia untuk menggembalakan orang lain melalui kita dan agar kita bisa dipenuhi dengan unsur‑Nya yang bersinar agar orang lain melihat Dia di dalam kita (Kid. 1꞉1‑4; Yoh. 4꞉24; Luk. 15꞉20; Mat. 5꞉15‑16).
Untuk menikmati berkat kekal dari Allah Tritunggal yang menyalurkan diri‑Nya sendiri ke dalam kita, kita perlu masuk ke dalam dan menjaga diri kita berdiri dalam kasih karunia Kristus, yang adalah Allah Tritunggal sebagai kenikmatan kita (Rm. 5꞉2). Hari demi hari kita perlu Tuhan untuk membuka telinga kita dan membuat kita mendengarkan firman kasih karunia yang keluar dari mulut‑Nya sehingga kita bisa mengalami Bapa mengaruniai kita dengan kasih karunia‑Nya dalam sang Kekasih dan bisa memberikan kasih karunia kepada mereka yang mendengarkan kita (Ef. 1꞉6; Yes. 50꞉4‑5; Kid. 8꞉13; Luk. 4꞉22; Kis. 20꞉32; Ef. 4꞉29). Kita perlu menikmati embun kasih karunia hayat yang turun dalam kehidupan gereja untuk menjaga diri kita dalam keesaan yang sejati bagi pembangunan Tubuh Kristus yang bertahap dalam penyaluran ilahi dari Trinitas Ilahi (Mzm. 133).