Yohanesl 15꞉4a
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”
TINGGAL DI DALAM KRISTUS
Injil Yohanes pasal 15 adalah satu pasal yang paling penting. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Yoh. 15꞉4). Semakin kita memberi tahu Tuhan untuk membantu kita, Tuhan semakin tidak mengerjakan apa‑apa. Anda sekalian yang pernah demikian menuntut Tuhan dapat bersaksi bahwa penuntutan semacam itu tidak berguna, doa semacam itu juga tidak berguna. Misalkan, satu ranting dari pohon mengetahui bahwa dia harus tinggal di dalam pohon, dan juga membiarkan pohon itu tinggal di dalam dia. Semakin ranting ini berlatih untuk tinggal di dalam, maka ranting itu akan semakin patah. Tinggal di dalam yang sesungguhnya, bukanlah suatu latihan, melainkan adalah suatu perkara yang wajar. Tetapi bukanlah perkara yang mudah bagi kita untuk masuk ke dalam kondisi yang alami ini.
BERUSAHA UNTUK MUTLAK
Banyak di antara Anda sekalian yang pernah memeriksa apakah Anda sekalian mengasihi Tuhan atau tidak. Anda sekalian tahu bahwa Anda sekalian mengasihi Tuhan, tetapi Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak terlalu mengasihi Dia dengan mutlak. Adakalanya, orang yang tidak memiliki pengalaman akan berkata, “Benar, Anda mengasihi Tuhan; tetapi tidak mutlak.” Kemudian Anda pulang ke rumah, berusaha untuk mutlak. Ada orang yang memberikan ilustrasi, yaitu seperti Anda membutuhkan seratus ons untuk menyeimbangkan, tetapi Anda hanya memiliki sembilan puluh sembilan ons. Itu tidak cukup, kecuali jika ditambahkan satu ons lagi. Tetapi di dalam pengalaman kita, jika kita menambah satu ons 'mutlak' lagi, dia masih tetap sembilan puluh sembilan ons. Walaupun saya menambahkan beberapa ons 'mutlak' lagi, ia selalu sembilan puluh sembilan ons. Karena itu tidak ada artinya membicarakan 'mutlak'. Itu benar‑benar jalan yang salah. Semakin Anda 'mutlak', Anda semakin tidak menjadi apa‑apa. Yang Anda butuhkan adalah hanya mengasihi Tuhan dan mengejar Tuhan, serta beserta dengan Tuhan. Beri tahu pada Tuhan bahwa Anda mengasihi Dia, Anda menginginkan segala sesuatu dari Dia, namun Anda sama sekali tidak melakukan apa‑apa, membiarkan Tuhan yang bekerja. Beri tahu Dia bahwa Anda suka menjadi satu roh dengan‑Nya, tetapi Anda tidak melakukan hal itu. Jangan meniru, meniru tidak ada gunanya, ini sepenuhnya adalah perkara pertumbuhan hayat.
LEPAS DARI PERANGKAP
Ketika Anda berpaling kepada Tuhan, dan dalam beberapa perkara mulai mencari Dia, Anda akan segera menjadi sangat aktif. Dalam jangka waktu lama Anda akan menjadi sangat aktif, Anda dapat mengerjakan banyak perkara, sangat rajin dan sangat aktif. Anda akan merasa orang lain tidak dapat banyak berdoa, tetapi Anda dapat. Orang lain tidak dapat membaca Alkitab, tetapi Anda dapat membacanya berdasarkan jadwal; Anda dapat melakukan banyak hal. Tidak salah, Anda dapat, itu bukanlah tidak baik, jangan berhenti dan kerjakanlah terus. Tetapi lambat laun Anda dapat melihat bahwa apa yang Anda kerjakan adalah perangkap. Lalu Anda mungkin dapat bertanya kepada saya, mengapa saya tidak mau menghentikan Anda sekalian? Jika Anda tidak mengerjakannya, Anda akan terperangkap ke dalam perangkap yang lebih dalam dan lebih besar. Jika Anda telah mengerjakannya, mungkin Anda akan jatuh ke dalam perangkap yang kecil, tetapi jika Anda tidak mengerjakan hal‑hal ini, Anda akan tinggal di dalam perangkap yang besar, karena itu jika dibandingkan, mengerjakan masih lebih baik. Jika dibandingkan dengan perangkap besar, perangkap kecil jauh lebih baik, tetapi jika dibandingkan dengan situasi yang baik dan normal untuk memperhidupkan Kristus, semua ini adalah halangan. Semua perangkap adalah halangan. Masalahnya adalah banyak orang Kristen yang tidak pernah meninggalkan tahap ini, mereka terus berhenti di tingkatan ini, sampai akhirnya mereka menyerah dan melompat ke dalam satu perangkap yang besar. Banyak di antara Anda sekalian pasti pernah memiliki pengalaman seperti ini.
BERCAKAP‑CAKAP DENGAN TUHAN
Anda harus bagaimana? Anda harus terus mencari dan menuntut Tuhan, terus mengasihi Tuhan, terus berkontak dengan‑Nya, tetapi harus selalu belajar untuk jangan memerintah Dia. Adakalanya jalan untuk berkontak dengan Tuhan bukan dengan doa, melainkan dengan bercakap‑cakap. Belajarlah memberi tahu Tuhan, “Tuhan, selain mengasihi Engkau, aku tidak memiliki ambisi yang lain. Tuhan, aku hanya mau diri‑Mu. Tuhan, aku hanya mengasihi Engkau. Apa pun yang Engkau inginkan, aku juga ingin. Tetapi, Tuhan, aku harus memberi tahu‑Mu, tidak peduli seberapa banyak aku menginginkannya, aku tidak mengerjakan berdasarkan diriku sendiri, aku tidak akan mengerjakannya, karena selamanya aku tidak akan mampu. Tuhan, aku mengasihiMu.” Ini adalah satu lahan besar yang dapat Anda kunjungi setiap hari. Anda akan menemukan bahwa ada satu macam penghidupan yang dengan sendirinya keluar dari diri Anda, bukan berasal dari ketentuan Anda, juga bukan berasal dari pikiran Anda yang teguh dan tekad Anda yang kuat.
KIDUNG AGUNG
Pada saat Anda berada dalam situasi yang demikian, Anda pun akan diselamatkan dari dalam diri Anda sendiri, Anda harus tahu bahwa pengejaran Anda yang kuat akan Tuhan telah menyembunyikan diri Anda sendiri. Di dalam pengejaran yang demikian, ego Anda dengan ajaib dapat bersembunyi. Di dalam kitab Kidung Agung, Anda akan melihat bahwa orang yang mengejar Tuhan, setahap demi setahap diselamatkan dari kekuatan dirinya yang mengejar Tuhan. Dia mengasihi Tuhan dengan kasih yang begitu kuat dan penuh semangat, saat dia pertama kali datang kepada Tuhan, Tuhan pun mengumpamakan dia seperti kuda betina dari kereta‑kereta Firaun (Kid. 1꞉9). Dia bukan mencari Firaun, dia juga bukan menunggang kuda untuk kembali ke Mesir, tetapi dia sedang mencari Tuhan, berlari kepada Tuhan dan datang menghampiri Tuhan. Tetapi ketika Tuhan memuji dia, Tuhan memuji dia bagaikan kuda betina. Pada waktu penulisan buku itu, kuda terutama berasal dari Mesir, karena itu kuda di dalam Alkitab, terutama di dalam Perjanjian Baru, adalah melambangkan kekuatan alamiah yang duniawi. Tidak salah, Anda sedang mengejar, bahkan hari ini pun Anda terus mengejar untuk memperhidupkan Kristus, tetapi di dalam pengejaran Anda untuk memperhidupkan Kristus, Anda seperti kuda betina dari kereta-kereta Firaun.
Gambaran kedua mengenai si pengejar di dalam kitab Kidung Agung adalah merpati (2꞉14). Tetapi merpati belum terlalu memuaskan orang. Setelah merpati adalah bunga bakung (2꞉16), bunga bakung memperlihatkan bahwa Anda adalah hidup, tetapi Anda tidak memiliki watak yang kuat. Kuda memiliki watak yang penuh semangat dan keras kepala. Merpati sudah lebih baik, tetapi merpati masih memiliki suatu karakter dan kepribadian yang hidup. Walaupun bunga bakung adalah hidup, namun tidak memiliki watak. Akhirnya, si pengejar menjadi gumpalan‑gumpalan asap (3꞉6). Maksudnya adalah si pengejar hampir bukan menjadi apa-apa lagi. Tetapi jangan meniru. Jika Anda adalah seekor kuda, lalu meniru seekor merpati, pasti sangat jelek. Jika Anda adalah merpati lalu meniru bunga bakung, itu juga tidak terlalu baik. Jika Anda adalah bunga bakung, lalu berpura‑pura menjadi gumpalan asap di angkasa, itu juga jelek. Di dalam kitab Kidung Agung, ada sebuah gambaran yang memberi tahu kita dengan jelas bahwa semakin kita bertumbuh, maka kita pun akan semakin kehilangan karakter kita. Maksud dari kehilangan karakter kita adalah kita tidak lagi memberi perintah pada‑Nya, melainkan dia memilih pimpinan Tuhan.
Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 20