Artikel

Memperhidupkan Kristus Secara Aktif‑Pasif (1)

24 May 2026
6 menit baca

Kisah Para Rasul 2꞉40

Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh‑sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya꞉ "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
 

Kisah Para Rasul pasal 2꞉40 mengatakan, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” Maksud dari memberi diri di selamatkan adalah Anda harus menyelamatkan diri Anda sendiri. Jika Anda dapat menyelamatkan diri Anda sendiri, ini pasti mengacu kepada keselamatan berdasarkan perbuatan Anda. Barangsiapa yang menganggap bahwa keselamatan adalah melalui perbuatan, adalah bidah. Keselamatan bukanlah melalui perbuatan, keselamatan melainkan berdasarkan kasih karunia (Ef. 2꞉8). Ini adalah prinsip dasar. Lalu mengapa Petrus berkata, 'berilah dirimu diselamatkan'?


AKTIF‑PASIF

Alkitab New Translation Darby berkata꞉ “berilah dirimu diselamatkan.” Berdasarkan tata bahasa bahasa Inggris, di sini terdapat bentuk aktif dan bentuk pasif. Berilah dirimu adalah bentuk aktif, sedangkan diselamatkan adalah bentuk pasif. Kedua‑duanya adalah bentuk perintah. Yang satu adalah perintah dalam bentuk aktif, dan yang lain adalah perintah dalam bentuk pasif. Namun sebenarnya, dia tidak hanya aktif, tetapi juga pasif, dia memiliki kedua sisi ini. Ini adalah suatu bentuk aktif‑pasif. Tata bahasa bahasa Inggris tidaklah sempurna, Anda sekalian perlu suatu bentuk aktif‑pasif. 'Berilah dirimu' adalah bentuk aktif, tetapi 'diselamatkan' adalah bentuk pasif. Dia tidak mengatakan Anda menyelamatkan diri Anda sendiri, melainkan berkata bahwa Anda mendapatkan keselamatan karena seseorang atau karena suatu benda. Karena itu dia adalah bentuk pasif. Misalkan, ketika Anda terapung di laut, ada sebuah perahu yang datang. Anda tidak dapat menolong diri Anda sendiri, melainkan perahulah yang datang menolong Anda. Tetapi, Anda harus bersedia untuk diselamatkan, bahkan Anda harus bekerja sama. Jika Anda tidak bersedia untuk diselamatkan, walau bagaimana pun orang lain itu berjerih‑lelah untuk menyelamatkan Anda, dia juga tidak mampu untuk menyelamatkan Anda. Di satu sisi jika Anda terlalu membantu diri Anda sendiri, Anda juga tidak dapat diselamatkan. Misalkan, Anda hampir mati tenggelam, ada orang yang menolong Anda, maka lebih baik Anda tidak mengerjakan apa pun. Hanya membiarkan dia datang menolong Anda. Jika tidak, mungkin Anda berdua yang akan mati tenggelam. Ini adalah 'berilah dirimu diselamatkan'. Ini harus diterapkan di dalam penghidupan rohani kita. Semakin kita berjuang untuk menyelamatkan diri kita sendiri, maka kita akan semakin tidak dapat memberi diri kita diselamatkan.


GAMBARAN DALAM LUKAS LIMA BELAS

Ekonomi Allah adalah Dia telah mempersiapkan segala sesuatu. Bapa telah mempersiapkan jubah yang terbaik dan menunggu anaknya pulang. Bapa juga telah mempersiapkan anak lembu tambun. Berdasarkan Lukas 15, segala sesuatu telah dipersiapkan untuk menunggu kepulangan anaknya. Ketika anaknya pulang, bapa memakaikan jubah terbaik kepadanya, ini adalah berilah dirimu diselamatkan. Ketika dia pulang, dia pun berilah dirimu diselamatkan. Dia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, hanya bapa yang dapat menyelamatkan dia. Tetapi dia perlu pulang dan memberikan dirinya diselamatkan. Jika anak sama sekali tidak pulang, bagaimanakah bapa menyelamatkan dia? Namun, jika setelah pulang, anak itu  sibuk mengerjakan banyak perkara, bagaimanakah jubah ini dipakaikan kepadanya? Bapa menghentikan pembicaraan anaknya, dan memakaikan jubah kepadanya. Kemudian dia memerintahkan hambanya untuk menyembelih anak lembu tambun dan bersukacita. Gambaran dalam Injil Lukas pasal 15 ini memperlihatkan tentang apa itu berilah dirimu diselamatkan.


PADA HARI PENTAKOSTA

Prinsip pada hari Pentakosta juga sama. Ketika Petrus berbicara di sana, jubah yang terbaik telah dipersiapkan, anak lembu tambun juga telah disembelih. Segala sesuatu telah dipersiapkan, keselamatan juga dipersiapkan agar manusia menerimanya. Karena itu Petrus berkata, “berilah dirimu diselamatkan.” Secara sederhana, berilah dirimu diselamatkan adalah berpaling kepada Allah bahkan membuat diri sendiri diam dan tenang, membiarkan Tuhan mengerjakan segala sesuatu, tidak hanya bagi Anda, terlebih lagi di atas diri Anda, juga di dalam Anda. Semakin kita berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri, Tuhan semakin mendapat halangan sehingga Dia tidak mengerjakan apa pun. Ini adalah gambaran yang nyata dari keadaan banyak orang Kristen. Banyak orang yang telah meninggalkan Tuhan; juga ada beberapa orang setelah mendengarkan Tuhan lalu berpaling kepada Tuhan, tetapi setelah mereka berpaling kepada Tuhan, mereka juga mengerjakan banyak hal. Adakalanya ketika Tuhan melihat kita begitu aktif, Dia akan menunggu sampai kita telah melakukan setiap hal, benar‑benar gagal dan akhirnya menyerah. Ketika kita lelah, Tuhan akan berkata꞉ “Sangat baik! Sekarang saatnya engkau memberikan dirimu diselamatkan, biarkan Aku menyelamatkan engkau. Jangan melakukan apa pun. Jangan berdoa,  jangan membaca Alkitab, biarkan Aku menyelamatkanmu. Berhentilah, hanya berpalinglah kepada‑Ku, mengasihi Aku dan beri tahu Aku bahwa engkau menginginkan Aku, engkau tidak dapat melakukan apa pun.”

Petrus memiliki pengalaman seperti ini, karena itu berdasarkan pengalamannya, dia memerintahkan semua orang untuk berilah dirimu diselamatkan. Maksudnya ialah Anda harus bersedia untuk memberikan diri anda diselamatkan! Pada hari Pentakosta, ada lebih dari tiga ribu orang yang merespon untuk bersedia diselamatkan (Kis. 2꞉41). Mereka menyesal atas masa lalu mereka, mereka telah bertobat, sekarang mereka bersedia untuk memberikan diri mereka diselamatkan. Ini adalah prinsip dasar dari ekonomi Allah, ini adalah bentuk aktif‑pasif. Sangat sedikit orang Kristen yang tahu bahwa cara aktif‑pasif adalah bagi kita untuk menikmati Tuhan di dalam karya keselamatan‑Nya.


TIDAK MEMERINTAH TUHAN

Ini bukan menyuruh Anda sekalian untuk tidak perlu berdoa dan membaca Alkitab. Sebaliknya, Anda sekalian harus banyak berdoa, Anda harus banyak membaca Alkitab, tetapi Anda jangan menjadi tuan, biarkan Tuhan yang menjadi Tuan. Anda tidak tahu bahwa di dalam penuntutan rohani Anda, Anda memberikan banyak perintah kepada Tuhan. Doa Anda adalah suatu perintah, pembacaan Alkitab Anda adalah suatu perintah. Anda berpuasa adalah karena Anda menyuruh Tuhan untuk mengerjakan suatu hal. Bahkan di dalam doa Anda untuk memperhidupkan Kristus pun, Anda juga dapat memberikan suatu perintah kepada Tuhan. Anda sedang memerintah Dia untuk memperhidupkan Kristus bagi Anda. Lambat laun Anda akan melihat bahwa perintah Anda tidak ada gunanya. Ini dikarenakan bahwa Tuhan tidak menginginkan doa semacam ini.

Pada suatu hari, Anda akan berkata dengan sederhana, “Tuhan, aku mengasihi‑Mu. Aku benar‑benar ingin memperhidupkan Engkau, tetapi, Tuhan, aku tidak mampu. Aku tidak mau melakukannya, aku juga tidak mampu melakukannya. Tuhan, bahkan Engkau sendiri pun tidak memiliki pemikiran agar aku melakukannya. Tetapi, Tuhan, aku ada di sini.” Ini sudah cukup. Ini adalah doa yang diinginkan oleh Tuhan. Lalu dari pagi hingga malam, Anda tidak henti‑hentinya memberi tahu Tuhan bahwa Anda mengasihi Dia, Anda mendambakan Dia, Anda ingin memperhidupkan Dia, tetapi Anda tidak mau melakukannya. Selama Anda masih memberi perintah, jalan ini tidak akan tembus. Sampai pada suatu hari, saat Anda tidak lagi peduli untuk berlatih atau tidak berlatih menjadi satu roh dengan Tuhan, Anda hanya peduli untuk mengasihi Tuhan, pada saat ini barulah jalan ini dapat digunakan. Anda hanya memberitahu Tuhan꞉ “Tuhan, aku mengasihi Engkau. Aku suka menjadi satu roh dengan Engkau, aku suka memperhidupkan Engkau, tetapi, Tuhan yang Maha Pengasih, aku tidak ingin melakukannya. Tuhan, aku hanya mengasihi Engkau.” Ketika Anda sampai pada taraf ini, maka dengan sendirinya Anda akan memiliki suatu penghidupan yang memperhidupkan Kristus dari pagi hingga malam.


Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 20