Literatur

Artikel Rohani

14+

Artikel

Firman

dan Kebenaran

Artikel 10 May 2026

Ahli Waris Kemuliaan

Tujuan utama dari pemuliaan adalah agar anak‑anak Allah dapat memperoleh keputraan dengan cara yang sempurna, di mana setiap individu yang telah dipilih‑Nya dibawa melalui tahapan‑tahapan ilahi mulai dari penghukuman yang memerlukan pembenaran, pembenaran yang menuntun pada pengudusan, dan pengudusan yang berakhir pada pemuliaan sebagai ahli waris. Dalam struktur surat Roma, Rasul Paulus secara strategis mengalihkan fokus dari status "anakanak" menuju status "putra‑putra" dan akhirnya menjadi "ahli waris kemuliaan," sebuah perkembangan yang menunjukkan bahwa keputraan bukan sekadar masalah status hukum, melainkan masalah pertumbuhan hayat yang mencapai kematangan.

Baca Selengkapnya
Artikel 05 May 2026

Pengudusan Dalam Hayat

Surat Roma yang ditulis oleh Rasul Paulus menyajikan sebuah struktur pengajaran rohani yang sangat dalam dan sistematis, di mana ia membawa orang beriman melalui tahapan-tahapan karunia keselamatan yang sempurna, mulai dari penghukuman hingga pemuliaan. Penting untuk memahami bahwa dalam menanggulangi manusia yang jatuh, Allah senantiasa memperhatikan tiga atribut utama dari diri‑Nya sendiri, yaitu keadilan, kekudusan, dan kemuliaan‑Nya, di mana masing‑masing atribut ini menjadi dasar bagi tiga tahap besar keselamatan.

Baca Selengkapnya
Artikel 28 Apr 2026

Kebebasan Roh Itu di Dalam Roh Kita

Roma pasal 8 menyajikan sebuah transisi rohani yang luar biasa, bergeser dari kondisi belenggu hukum Taurat dan daging dalam pasal 7 menuju kebebasan mutlak di dalam Roh dan roh kita, yang di dalamnya terdapat kunci kemenangan bagi setiap orang beriman. Perbedaan mendasar antara kedua pasal ini terletak pada pusat perhatiannya꞉ jika Roma 7 menyingkapkan kegagalan manusia lama di bawah tuntutan hukum Taurat, maka Roma 8 mewahyukan Hukum Roh Hayat sebagai satu kesatuan organik yang memerdekakan manusia dari hukum dosa dan maut. Di dalam Roh ini, tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang berada di dalam Kristus Yesus, baik itu penghukuman lahiriah yang bersifat obyektif di hadapan keadilan Allah—yang telah dibereskan oleh darah Kristus—maupun penghukuman batiniah yang bersifat subyektif yang muncul dari usaha diri sendiri untuk berbuat baik.

Baca Selengkapnya
Artikel 18 Apr 2026

Belenggu Hukum Taurat Dalam Tubuh Daging Kita

Roma 7 menempati posisi yang sangat strategis dalam struktur surat Roma karena berfungsi sebagai penjelasan mendalam terhadap pernyataan dalam pasal 6꞉14 bahwa orang beriman tidak lagi berada di bawah hukum Taurat, melainkan di bawah kasih karunia. Meskipun melalui pembaptisan kita telah disatukan dengan Kristus dan bertumbuh dalam rupa kebangkitan‑Nya, realitas mengenai hukum Taurat yang berada di luar dan daging yang berada di dalam tetap menuntut penjelasan mengenai bagaimana kita secara praktis dibebaskan dari belenggu tersebut. Secara alkitabiah, kedudukan manusia yang semula adalah sebagai istri bagi Allah, Sang Pencipta, yang mengharuskan manusia untuk senantiasa bersandar kepada‑Nya sebagai Kepala; namun, akibat kejatuhan, manusia mengambil kedudukan sendiri sebagai "suami" yang merdeka dan menempatkan dirinya sendiri sebagai kepala yang tidak mau tunduk.

Baca Selengkapnya
Menampilkan 11 sampai 14 dari 14 artikel