Efesus 6:24
Anugerah menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.
Kita semua harus sangat jelas bahwa maksud Allah adalah untuk menempatkan Kristus sebagai benih hayat ke dalam kita agar bertumbuh di dalam kita. Dia adalah penabur dan benih itu. Dia menaburkan diri-Nya ke dalam hati kita dengan harapan bahwa kita akan memberikan-Nya tumpuan, kesempatan, untuk bertumbuh di dalam kita; kemudian kita bertumbuh oleh-Nya, dengan-Nya, dan di dalam-Nya. Dalam 1 Petrus 2, pertama-tama kita adalah bayi yang baru lahir yang perlu bertumbuh; kemudian melalui pertumbuhan ini kita diubah menjadi batu-batu permata untuk dibangun sebagai rumah rohani (1 Ptr. 2:2, 5). Maksud Tuhan adalah memiliki rumah rohani, sebuah bangunan sebagai ekspresi korporat-Nya. Bagaimana Tuhan dapat menggenapkan bangunan ini? Dengan menaburkan Putra-Nya ke dalam kita agar Dia dapat bertumbuh di dalam kita dan kita dapat bertumbuh di dalam Dia dan dengan Dia sehingga kita diubah dalam sifat dan bentuk, untuk menjadi bahan-bahan yang berharga bagi bangunan Tuhan.
LANGKAH PERTAMA UNTUK BERTUMBUH ADALAH MENGASIHI TUHAN
Dari ajaran dan wahyu Perjanjian Baru, cara untuk bertumbuh terdiri dari empat hal utama. Jika kita mempraktikkannya, maka kita tidak hanya di dalam hayat, tetapi juga berada di jalan pertumbuhan, dan kita juga akan tahu bagaimana membantu orang lain untuk bertumbuh. Dalam Matius 13, kita pertama-tama diberi tahu bahwa setelah benih ditabur, musuh, yang dilambangkan oleh burung-burung di udara, datang untuk merampasnya. Kemudian terdapat benih yang tidak dirampas yang tidak ada pertumbuhan karena hati yang dangkal, karena kondisi yang berbatu di bawah tanah. Ini berarti bahwa seseorang tampaknya menerima firman, tetapi sebenarnya tidak ada kedalaman di dalam hatinya. Di tanah jenis ketiga, benih mulai tumbuh, tetapi tidak dapat tumbuh karena terhimpit oleh kekhawatiran zaman ini, kecemasan hidup, tipu daya kekayaan, dan masalah kehidupan; yaitu, terhimpit oleh dunia.
Hal pertama yang dibutuhkan, agar orang percaya dapat bertumbuh adalah mengasihi Tuhan. Jika kita tidak memiliki kasih kepada Tuhan, kita dangkal; hati kita berbatu atau hal-hal lain selain Tuhan sendiri yang menghimpit benih di dalamnya. Jika kita ingin Tuhan bertumbuh di dalam diri kita, hati kita harus digali. Dengan apakah hati kita dapat digali? Jangan berpikir bahwa hati kita dapat digali dengan sesuatu yang luar biasa; sebaliknya, hati kita dapat digali dengan satu hal, yaitu kasih. Jika kita hanya berdoa, “Tuhan, belas kasihanilah aku. Berikanlah aku kasih kepada-Mu,” hati kita yang berbatu akan ditanggulangi. Hati kita akan digali dan diperdalam. Semakin kita mencoba, berlatih, dan berusaha sendiri untuk mengatasi semua hal yang menghimpit, semakin kita akan dikalahkan. Satu-satunya hal yang dapat membebaskan kita dari segala bentuk keterhimpitan adalah kasih. Oleh karena itu, kita harus belajar berdoa agar Tuhan menganugerahkan kasih seperti itu kepada kita.
PENGAKUAN DAN PEMBERSIHAN
Hal kedua yang harus kita miliki adalah pengakuan dosa, atau pembersihan dosa. Setelah kita mulai mengasihi Tuhan, kita harus memiliki penanggulangan yang jelas dengan diri kita sendiri agar dapat mengalami pertumbuhan sejati dalam hayat. Kita harus memiliki pembersihan dosa dan membuat pengakuan dosa yang menyeluruh di hadapan Tuhan. Dengan kata lain, kita harus menanggulangi hati nurani kita. Maka kita akan memiliki hati nurani yang murni dan baik tanpa tuduhan, hati nurani yang bebas dari pelanggaran dan sangat damai. Kita membutuhkan hati nurani yang murni, dan orang yang memiliki hati nurani yang murni adalah orang yang telah mengakui secara menyeluruh semua dosa, kekotoran, kegagalan, dan pelanggarannya. Kita harus datang kepada Tuhan untuk melakukan pemberesan seperti itu. Mengapa banyak orang Kristen tidak sehat secara rohani? Itu hanya karena hati nurani mereka tidak dibersihkan. Di dalam hati nurani mereka terdapat banyak tuduhan dan pelanggaran. Beberapa orang bahkan menyadari hal ini, tetapi mereka tidak mau membuat pengakuan dosa, sehingga pada tingkat tertentu mereka merasa tertekan. Kita harus setia untuk menanggulangi dosa secara menyeluruh dengan Tuhan.
MENGENAL DAN MELATIH ROH
Jika kita tidak memiliki kasih kepada Tuhan, kita tidak dapat melatih roh kita. Demikian pula, jika kita terus-menerus memiliki sesuatu yang menuduh kita dalam hati nurani kita, kita tidak akan dapat melatih roh kita. Untuk melatih roh kita memerlukan kasih kepada Tuhan dan hati nurani yang murni. Setelah kita memiliki kasih dan hati nurani yang murni, kita harus belajar pelajaran untuk selalu melatih roh kita. Menjadi orang yang jiwani lebih mudah daripada menjadi orang yang berdosa. Tidak mudah bagi Anda untuk membujuk saya untuk berbuat dosa, tetapi mungkin sangat mudah untuk membujuk saya menjadi orang yang jiwani. Jika kita tidak melatih roh, kita pasti berada di dalam jiwa. Mengenal roh dengan cara ini berarti dikuatkan ke dalam manusia batiniah (Ef. 3:16). Kita semua harus belajar melatih roh. Semua kelemahan, masalah, kebingungan, dan gangguan berasal dari jiwa. Tidak perlu berurusan dengan semua hal ini. Lupakan saja jiwa dan belajarlah melatih roh. Maka semua masalah akan teratasi.
SELALU BERHUBUNGAN DENGAN TUHAN
Setiap kali kita tidak berhubungan dengan Tuhan, kita sedang dalam kemerosotan, bukan di dalam pertumbuhan.
MENJADI SEDERHANA UNTUK MEMILIKI PERTUMBUHAN HAYAT
Cara paling sederhana bagi orang Kristen untuk bertumbuh adalah dengan empat hal di atas: mengasihi Tuhan, menanggulangi dosa secara menyeluruh, belajar melatih roh, dan tetap berhubungan dengan-Nya. Jika kita melakukan hal-hal ini, kita akan melihat pertumbuhan. Kemudian karena kita sedang dalam pertumbuhan hayat, kita akan mengetahui cara yang benar dan tepat untuk membaca Firman, untuk mendengarkan berita-berita, dan untuk mendapatkan pertolongan dan manfaat dari membaca buku. Kita tidak akan peduli pada apapun kecuali satu hal: pertumbuhan hayat di dalam roh.
Semakin kita bertumbuh dalam roh dengan hayat, kita akan menjadi lebih sederhana. Misalkan ada seorang saudara yang tidak bertumbuh. Ia bersidang, mendengarkan, membaca, dan belajar, tetapi tanpa pertumbuhan. Saudara seperti itu akan menjadi orang yang paling menyusahkan. Ketika kita bertumbuh dalam hayat, kita menjadi sangat sederhana. Anda mungkin bertanya apa yang saya maksud dengan kesederhanaan. Kita dapat mengilustrasikannya dengan cara ini. Ketika kita datang untuk mendengar sebuah berita, kita mungkin datang untuk mendengarkan tetapi karena kita telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun, ketika kita mendengar satu kalimat atau satu pokok bahasan, kita mungkin memiliki lebih dari sepuluh pokok bahasan untuk dipertimbangkan dalam pikiran kita. Kita mungkin berkata, "Ini benar, tetapi..." atau "Ini bagus, namun..." Jika kita melakukan ini, itu berarti kita sudah usang. Ini adalah sifat manusia yang telah jatuh, tetapi kita mungkin tidak menyadari bahwa kita telah jatuh. Semakin kita bertumbuh, semakin kita menjadi sederhana, dan kita hanya menerima perawatan untuk hayat. Maka kita akan menjadi orang-orang yang selalu secara spontan melayankan hayat bagi orang lain.
Sumber: Pelajaran Praktis dan Pengalaman Hayat, bab 16