Pembacaan Alkitab꞉ Mrk. 1꞉15; Yoh. 3꞉3, 5-6; 1꞉12-13; 2 Ptr. 1꞉4; 1 Yoh. 3꞉1
Kita adalah orang‑orang yang telah dilahirkan dari Allah, kita adalah spesies Allah; yaitu, kita adalah Allah dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke‑Allahan (Yoh. 3꞉3, 5). Sebagai orang‑orang beriman dalam Kristus, kita menempuh kehidupan manusia‑Allah. Di dalam Kristus, Allah telah tersusun ke dalam manusia, manusia telah tersusun ke dalam Allah, dan Allah serta manusia telah dibaurkan bersama untuk menjadi satu entitas, yang disebut manusia‑Allah (Mat. 1꞉21, 23; Luk. 1꞉35; Tit. 2꞉13). Manusia‑manusia Allah, putra-putra Allah, adalah duplikat dan kelanjutan Kristus, Manusia‑Allah pertama. Yohanes 12꞉24 berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu꞉ Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Ini menyiratkan bahwa kita hari ini adalah perbanyakan dari Kristus, Sang butir gandum ilahi.
Sebagai reproduksi dan duplikat dari Manusia‑Allah pertama, kita harus menempuh kehidupan yang sama dengan yang Dia tempuh. Kehidupan Manusia‑Allah Tuhan mendirikan satu model bagi kehidupan manusia‑Allah kita—disalibkan untuk memperhidupkan Allah sehingga Allah bisa diekspresikan dalam keinsanian. Tuhan Yesus tidak menempuh kehidupan yang berusaha untuk menjadi rohani, kudus, dan menang; Dia menempuh kehidupan yang sepenuhnya menurut dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam keempat kitab Injil, kita melihat Yesus menempuh kehidupan seorang Manusia-Allah, dan dalam Kitab Kisah Para Rasul kita melihat murid‑murid juga menempuh kehidupan sedemikian. Kristus menempuh kehidupan yang menderita, hayat yang menderita; sekarang kita adalah rekan‑rekan-Nya yang menempuh kehidupan yang sama; ketika kita menderita bagi Kristus, penderitaan-penderitaan kita terhitung oleh Allah sebagai penderitaan‑penderitaan Kristus (Ibr. 3꞉14).
Di dalam kehidupan kita hari ini, kita harus menyangkal diri kita, diserupakan kepada kematian Kristus, dan memperbesar Dia oleh suplai limpah lengkap dari Roh‑Nya (Mat. 16꞉24; Flp. 3꞉10). Dia yang menempuh kehidupan Manusia‑Allah sekarang adalah Roh yang hidup di dalam kita dan melalui kita; kita harus menolak pengembangan diri dan pembangunan manusia alamiah kita dan tidak mengizinkan apa pun selain Dia untuk memenuhi kita dan menguasai kita sehingga kita bisa memperhidupkan Dia dan mengekspresikan Dia secara pribadi dan korporat di dalam gereja, yang adalah Tubuh-Nya.
Berbicara mengenai kehidupan korporat di dalam gereja, maka penempuhan kehidupan kita sebagai manusia‑manusia‑Allah adalah melalui menempuh hidup di dalam gereja sebagai Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah diri Allah sendiri, Kerajaan Allah adalah Allah di dalam Kristus menjadi totalitas hayat ilahi dengan semua aktivitasnya (Mrk. 1꞉15; Mat. 6꞉33). Kerajaan Allah adalah alam dari hayat ilahi agar hayat ini bergerak, bekerja, mengatur dan memerintah sehingga hayat bisa mencapai tujuannya. Kerajaan Allah adalah satu organisme yang disusun dengan hayat Allah sebagai alam hayat untuk Dia berkuasa, di mana Dia meraja oleh hayat‑Nya dan mengekspresikan diri‑Nya sebagai Trinitas Ilahi dalam hayat ilahi. Kerajaan Allah adalah satu alam, bukan hanya dari kekuasaan ilahi tetapi juga dari spesies ilahi, di mana semua semua hal ilahi berada.
Dalam setiap jenis hayat terdapat suatu unsur yang memerintah, yaitu hukum dan peraturan hayatnya. Kita mungkin memiliki hayat Kristus di dalam kita, namun belum berada di bawah pemerintahan hayat‑Nya. Kita telah dipindahkan keluar dari kegelapan ke dalam Kerajaan Kristus. Namun, dalam kehidupan kita sehari‑hari, kita mungkin kekurangan realitas kerajaan. Semua orang yang berada di dalam gereja juga berada di dalam kerajaan Allah. Namun, tidak semua orang yang berada di dalam gereja berada di dalam realitas Kerajaan Surga. Hanya para pemenang di dalam gereja yang berada di dalam realitas Kerajaan Surga.