Artikel

Singa‑Anak Domba

05 May 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Why. 5꞉5-10

Singa adalah lambang Kristus, menggambarkan Dia sebagai pejuang yang kuat melawan musuh, seperti yang diwahyukan dalam Kejadian 49꞉8‑9. Kemenangan Kristus melayakkan Dia untuk membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya (Why. 5꞉5‑10).

Sebutan “Akar Daud” menandakan bahwa Kristus adalah sumber dari Daud; karena itu, Daud, nenek moyang‑Nya, menyebut Dia “Tuan” (Mat. 22꞉42‑45). Sebagai Singa dari suku Yehuda, Kristus menang dan mengalahkan Satan yang memberontak, musuh Allah, dan sebagai Anak Domba yang menebus, Dia menghapus dosa dari manusia yang jatuh. Dengan melakukan hal itu, Dia menghilangkan hambatan‑hambatan bagi penggenapan tujuan Allah. Hasilnya adalah Dia layak untuk membuka gulungan kitab mengenai ekonomi Allah.

Pasal 5 adalah pemandangan di surga setelah Kristus naik. Dia diperkenalkan kepada Rasul Yohanes sebagai Singa dari suku Yehuda, tetapi Dia menampakkan diri kepada Yohanes sebagai Anak Domba. Sebagai Singa, Dia adalah Pejuang melawan musuh; sebagai Anak Domba, Dia adalah Penebus bagi kita. Dia berperang untuk menebus kita, dan Dia memenangkan peperangan atas musuh serta merampungkan penebusan bagi kita. Bagi musuh, Dia adalah Singa, dan bagi kita, Dia adalah Anak Domba; jadi, Dia adalah SingaAnak Domba.

“Telah disembelih” menunjukkan bahwa Anak Domba itu baru saja disembelih dan juga bahwa pemandangan di surga yang digambarkan dalam Wahyu 5 terjadi segera setelah kenaikan Kristus ke surga. Tuhan memiliki tujuh tanduk (Why. 5꞉6b). Tanduktanduk menandakan kekuatan dalam berperang (Ul. 33꞉17). Kristus adalah Anak Domba yang menebus, namun Dia memiliki tanduk‑tanduk untuk berperang. Dia adalah Penebus yang berperang. Peperangan‑Nya rampung dalam pergerakan Allah, seperti yang WINTER TRAINING 2025 ‑ Minggu 4 ditandai oleh angka tujuh.

Mata adalah untuk mengamati dan menyelidiki. Kristus sebagai Anak Domba yang menebus memiliki tujuh mata yang mengamati dan menyelidiki bagi pelaksanaan penghakiman Allah atas alam semesta untuk menggenapkan tujuan kekal Allah, yang akan rampung dalam pembangunan Yerusalem Baru. Dalam Zakharia 3꞉9 Kristus dinubuatkan sebagai batu, batu utama dengan tujuh mata bagi bangunan Allah. Tujuh mata ini adalah tujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi, dan mereka berlari menjelajah ke seluruh bumi (Za. 3꞉10). Tujuh Roh Allah hanya mengacu kepada tujuh mata Anak Domba, dan bukan kepada tujuh tanduk‑Nya.

Wahyu 1꞉4 berbicara tentang “ketujuh roh yang ada di hadapan takhta‑Nya.” Tujuh Roh itu tidak diragukan adalah Roh Allah karena Mereka ditempatkan di antara Allah Tritunggal dalam Wahyu 1꞉4‑5. Karena tujuh adalah angka bagi kelengkapan operasi Allah, jadi tujuh Roh pastilah bagi pergerakan Allah di bumi. Dalam esensi dan eksistensinya, Roh Allah adalah satu; dalam fungsi dan pekerjaan operasi Allah yang diintensifkan, Roh Allah adalah tujuh ganda. Ini serupa dengan kaki pelita dalam Zakharia 4꞉2. Dalam keberadaannya, ini adalah satu kaki pelita, tetapi dalam fungsinya ini adalah tujuh pelita. Pada saat Kitab Wahyu ditulis, gereja telah merosot. Zaman itu gelap. Roh Allah yang diintensifkan tujuh ganda diperlukan bagi pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi.

Dalam Matius 28꞉19 urutan Allah Tritunggal adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus namun dalam Wahyu 1꞉4‑5 urutannya berubah, Tujuh Roh Allah disebutkan di tempat kedua dan bukan ketiga. Ini mewahyukan pentingnya fungsi yang diintensifkan dari Roh tujuh ganda Allah. Tujuh Roh itu bekerja dalam gereja‑gereja, jadi gereja‑gereja tentu akan maju. Hari ini kita perlu melihat dan mengalami Roh tujuh ganda, Roh yang diintensifkan, Roh pemulihan (Why. 1꞉4‑5).