Pembacaan Alkitab: Yoh. 21:15-17; Kis. 20:28; 1 Ptr. 5:2, 4; Ef. 4:16
Di dalam pemulihan Tuhan hari ini, terdapat keperluan yang sangat besar dan mendesak akan penggembalaan di tengah-tengah gereja guna mencapai kebangunan yang baru yang akan mengakhiri zaman ini. Penggembalaan itu sendiri bermakna memberikan pemeliharaan serta perhatian kepada seluruh kawanan domba Allah secara menyeluruh, rohani, dan penuh kelembutan demi memenuhi setiap kebutuhan rohani maupun manusiawi mereka. Dalam hal ini, Kristus adalah teladan utama sebagai Gembala yang Baik yang telah menyerahkan nyawa‑Nya agar domba‑domba‑Nya beroleh hayat ilahi secara berkelimpahan. Dia juga adalah Gembala Agung yang dibangkitkan dari antara orang mati berdasarkan darah perjanjian kekal untuk membimbing seluruh kawanan domba Allah, serta Gembala dan Penilik jiwa kita yang senantiasa menilik kondisi batiniah kita. Karena jiwa manusia sangat rumit dan penuh dengan berbagai persoalan, Kristus sebagai Roh pemberi hayat di dalam roh kita secara pribadi mengasuh dan merawat pikiran, emosi, serta tekad kita. Dia memulihkan luka‑luka batin dan memberikan penghiburan, kebebasan, serta perhentian yang sejati di dalam persekutuan kasih‑Nya.
Agar dapat menggembalakan kawanan domba menurut Allah, kita memerlukan kelayakan rohani dengan terlebih dahulu menjadi satu dengan Allah dan terkonstitusi oleh diri‑Nya. Seseorang hanya layak dan sanggup menggembalakan menurut Allah apabila ia benar‑benar memperhidupkan Allah, mengekspresikan Allah, mewakili Allah sebagai wakil‑Nya di bumi, dan menyuplaikan hayat Allah kepada orang lain. Menggembalakan menurut Allah berarti kita menggembalakan sesuai dengan apa adanya Allah—yaitu menurut sifat, maksud, cara, dan kemuliaan Allah, serta selaras dengan atribut ilahi‑Nya seperti kasih, terang, keadilbenaran, dan kekudusan. Hal ini menuntut kita untuk menyangkal diri dan mengesampingkan segala kesukaan, minat, tujuan, serta kebiasaan atau disposisi alamiah diri kita sendiri. Ketika kita bersedia mengalami penanggulangan salib dan pembongkaran manusia luar, Kristus yang tertanam di dalam batin kita dapat mengalirkan kehidupan dan anugerah ilahi secara murni untuk menggembalakan, memberi makan, serta membangun kaum beriman.
Puncak dan sasaran dari praktikalitas penggembalaan ini adalah terwujudnya kehidupan penggembalaan yang bersifat bersalingan atau satu sama lain di dalam seluruh kehidupan gereja. Di dalam Tubuh Kristus, tidak ada pemisahan kaku antara gembala dan domba, melainkan setiap kaum beriman—tanpa memandang tahap pertumbuhan rohani maupun usianya—berperan ganda sebagai domba yang memerlukan perawatan sekaligus gembala yang dipanggil untuk menggembalakan orang lain. Karena Allah telah membaurkan Tubuh bersama dan memberikan kehormatan yang lebih berlimpah kepada anggota yang kekurangan, kita belajar saling memperhatikan, mendengarkan dengan sabar, serta menyuplaikan porsi Kristus satu sama lain. Melalui penggembalaan bersalingan di mana setiap sendi menyuplaikan bagiannya, seluruh Tubuh Kristus digabungkan dan diikatkan bersama sehingga Tubuh membangun dirinya sendiri di dalam kasih. Penggembalaan yang organik dan selaras dengan ekonomi Allah inilah jalan utama yang merampungkan Yerusalem Baru dan menghadirkan kebangunan sejati untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali.